KenaliIndonesia.com, SEMARANG Kota Lama Semarang bukan sekadar destinasi wisata Instagram-able biasa. Kawasan yang dijuluki “Little Netherland” ini adalah saksi bisu sejarah kolonial Indonesia selama lebih dari 200 tahun. Dengan sekitar 124 bangunan cagar budaya yang masih berdiri kokoh, Kota Lama Semarang menyimpan kekayaan arsitektur Eropa abad ke-18 yang jauh lebih tua dari banyak bangunan bersejarah di Jakarta.
Penasaran bangunan mana saja yang jadi saksi sejarah Indonesia? Yuk, kita jelajahi 8 bangunan heritage paling ikonik di Kota Lama Semarang!
1. Gereja Blenduk (1753) – Gereja Protestan Tertua di Jawa Tengah
Gereja Blenduk adalah ikon utama Kota Lama Semarang yang didirikan pada tahun 1753, menjadikannya gereja Protestan tertua di Jawa Tengah. Nama “Blenduk” berasal dari kata “menduk” dalam bahasa Jawa yang berarti kubah, merujuk pada kubah merah khas yang menjadi ciri khasnya.
Awalnya bernama Nederlandsch Indische Kerk, gereja ini menjadi pusat ibadah komunitas Belanda dengan arsitektur kolonial yang megah. Interior gereja yang sederhana namun elegan, dengan jendela kaca patri dan organ kuno, memancarkan pesona sejarah yang kuat. Hingga kini, gereja ini masih aktif digunakan untuk kebaktian sekaligus menjadi landmark wisata utama dan spot fotografi favorit.
Yang membuatnya istimewa, Gereja Blenduk telah berdiri selama lebih dari 270 tahun — jauh lebih tua dari sebagian besar bangunan bersejarah di Jakarta.
2. Gedung Jiwasraya (Abad ke-19) – Kantor Asuransi Tertua
Tepat di seberang Gereja Blenduk, berdiri megah Gedung Jiwasraya yang merupakan kantor perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia. Dulunya, gedung ini terletak di jalan yang bernama Herenstraat (Jalan Tuan).
Gedung ini menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang paling terawat di Kota Lama Semarang. Arsitekturnya yang bergaya Eropa klasik dengan detail ornamen yang indah masih terlihat jelas hingga kini. Bangunan ini menjadi bukti nyata betapa maju sistem ekonomi dan bisnis pada masa kolonial Belanda di Semarang.
3. Gedung Marba (Abad ke-19) – Gedung Komedi yang Jadi Serbaguna
Gedung Marba atau dulunya bernama Marabunta adalah bekas gedung komedi (Statschouwburg) yang kini menjadi gedung serbaguna. Gedung ini dulunya menjadi pusat hiburan dan pertunjukan teater bagi masyarakat Eropa di Semarang.
Arsitektur bangunannya sangat megah dengan tinggi yang menjulang dan detail ornamen Eropa yang menawan. Kini, Gedung Marba sering digunakan untuk acara-acara seni, pameran, dan kegiatan budaya lainnya. Lokasinya yang strategis di tengah Kota Lama membuatnya mudah diakses oleh wisatawan.
4. Gedung De Javasche Bank (Kini Semarang Creative Gallery)
Gedung bekas De Javasche Bank kini telah dialihfungsikan menjadi Semarang Creative Gallery. Bank ini adalah cikal bakal dari Bank Indonesia yang beroperasi pada masa kolonial Belanda.
Bangunan bergaya neoklasik ini memiliki pilar-pilar besar dan detail arsitektur yang sangat megah. Kini, gedung ini menjadi ruang pamer seni dan galeri kontemporer yang menampilkan karya seniman lokal dan nasional. Transformasi gedung ini menjadi contoh sukses bagaimana bangunan heritage bisa tetap relevan di era modern.
5. Gedung H. Spiegel (Kini Spiegel Bar & Bistro)
Gedung H. Spiegel kini menjadi salah satu tempat nongkrong paling hits di Kota Lama dengan nama Spiegel Bar & Bistro. Dulunya, gedung ini adalah toko milik pedagang Belanda bernama H. Spiegel yang menjual berbagai barang impor dari Eropa.
Bangunan ini telah direnovasi dengan mempertahankan elemen-elemen arsitektur aslinya seperti pintu dan jendela besar, serta ornamen klasik. Spiegel Bar & Bistro kini menawarkan makanan dan minuman dengan suasana vintage yang sangat Instagram-able, menjadikannya destinasi favorit anak muda.
6. Taman Srigunting – Taman Terbuka dengan Sejarah Panjang
Taman Srigunting adalah taman terbuka yang terletak di jantung Kota Lama Semarang. Taman ini dulunya bernama Wilhelminaplein, dinamai untuk menghormati Ratu Wilhelmina dari Belanda.
Taman ini menjadi ruang publik yang digunakan untuk berbagai acara komunitas dan festival budaya. Di sekitar taman terdapat deretan bangunan bersejarah yang menciptakan suasana Eropa tempo dulu. Pada malam hari, taman ini dihiasi lampu-lampu yang menciptakan suasana romantis dan sangat fotogenik.
7. Gedung Oudetrap (Gedung Papak) – Bekas Balai Kota Semarang
Gedung Oudetrap atau yang kini dikenal sebagai Gedung Keuangan Negara (Gedung Papak) dulunya merupakan Gedung Balai Kota Semarang pada masa kolonial. Bangunan ini memiliki arsitektur yang sangat khas dengan bentuk atap yang unik dan struktur bangunan yang kokoh.
Gedung ini menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda di Semarang dan menjadi saksi berbagai keputusan penting pada masa itu. Kini, gedung ini masih digunakan untuk keperluan pemerintahan dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi.
8. Jembatan Berok (Gouvernementsbrug) – Jembatan Tertua dari Abad ke-17
Jembatan Berok atau Gouvernementsbrug dibangun pada abad ke-17 dan masih kokoh berdiri hingga saat ini. Jembatan ini menjadi penghubung antara berbagai bagian Kota Lama dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
Konstruksi jembatan yang sangat kuat membuatnya mampu bertahan selama lebih dari 400 tahun. Jembatan ini menjadi bukti nyata keahlian teknik sipil pada masa kolonial yang sangat maju untuk zamannya.
Little Netherland dengan 50 Bangunan Kuno
Kota Lama Semarang memiliki luas sekitar 31 hektare dan dahulu disebut Oude Stad atau Kota Tua. Dilihat dari kondisi geografinya, kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya sehingga tampak seperti kota tersendiri dengan julukan “Little Netherland”.
Di tempat ini terdapat sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri kokoh dengan sejarah kolonialisme di Semarang. Secara umum, karakter bangunan di wilayah ini mengikuti gaya arsitektur Eropa sekitar tahun 1700-an, terlihat dari detail bangunan yang khas seperti ukuran pintu dan jendela yang luar biasa besar, penggunaan kaca-kaca berwarna, bentuk atap yang unik, hingga adanya ruang bawah tanah.
Menuju UNESCO World Heritage
Karena keunikan dan nilai-nilai universal yang unggul, Kota Lama Semarang menjadi salah satu Kawasan Cagar Budaya yang didaftar dalam tentative list sebagai World Heritage oleh UNESCO World Heritage Centre. Ini membuktikan bahwa kawasan ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang diakui secara internasional.
Pemerintah Kota Semarang terus melakukan upaya pelestarian dan revitalisasi kawasan ini agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Berbagai program konservasi dilakukan untuk menjaga keaslian bangunan-bangunan bersejarah sambil mengembangkannya sebagai kawasan pariwisata modern.
Kota Lama Semarang membuktikan bahwa Semarang memiliki aset sejarah yang sangat berharga — bahkan lebih tua dari banyak bangunan di Jakarta. Dengan 124 bangunan cagar budaya yang masih berdiri kokoh, kawasan ini menjadi destinasi wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan nuansa Eropa tempo dulu tanpa harus terbang ke Belanda. Jadi, kapan kamu berkunjung ke “Little Netherland” Indonesia ini?
Sumber Referensi:
- https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Lama_Semarang
- https://www.traveloka.com/id-id/explore/activities/sejarah-kota-lama-semarang-ta/579103
- https://www.detik.com/jateng/wisata/d-7391929/kota-tua-semarang-potongan-sejarah-kolonial-yang-jadi-tempat-wisata









