KenaliIndonesia.com, SEMARANG Candi Gedong Songo adalah salah satu kompleks candi Hindu tertua di Jawa yang terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi pada masa Kerajaan Mataram Kuno di bawah pemerintahan Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya, candi ini menyimpan banyak fakta unik dan cerita menarik yang jarang diketahui wisatawan.
Dengan latar belakang pemandangan pegunungan yang memukau, udara sejuk, dan nilai sejarah yang tinggi, Candi Gedong Songo bukan sekadar destinasi wisata biasa. Yuk, kita bongkar tujuh fakta unik yang bikin kamu melongo, terutama fakta nomor 4!
1. Namanya “Sembilan” Tapi Candinya Cuma Lima!
Fakta pertama yang paling membingungkan adalah nama “Gedong Songo” yang berarti “Sembilan Bangunan” dalam bahasa Jawa, padahal kenyataannya hanya ada lima candi yang masih berdiri utuh hingga saat ini.
Awalnya, saat pertama kali ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles pada tahun 1804, hanya terdapat tujuh bangunan candi, sehingga awalnya dinamakan “Candi Gedong Pitu” (Candi Tujuh Gedung). Kemudian, antara tahun 1908 hingga 1911, arkeolog Belanda bernama Van Stein Callenfels menemukan dua bangunan candi tambahan, sehingga namanya diubah menjadi “Gedong Songo”.
Namun seiring berjalannya waktu, beberapa candi mengalami kerusakan parah dan hanya menyisakan fondasi. Kini, hanya lima candi yang masih utuh dan dapat dikunjungi, sementara sisanya hanya berupa reruntuhan atau bahkan sudah hilang sama sekali.
2. Terletak di Ketinggian 1.200-1.400 Mdpl dengan Suhu Super Sejuk
Candi Gedong Songo terletak di ketinggian 1.200 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl) di lereng Gunung Ungaran. Dengan lokasi yang sangat tinggi ini, suhu udara di kawasan candi sangat sejuk, berkisar antara 19-27 derajat Celcius.
Suhu yang dingin ini membuat pengalaman berkunjung menjadi sangat menyenangkan, terutama bagi wisatawan yang ingin melarikan diri dari panasnya kota. Udara pegunungan yang segar dan kabut pagi yang sering muncul menciptakan suasana mistis dan sangat fotogenik.
Lokasi tinggi ini juga berkaitan dengan kepercayaan umat Hindu yang meyakini bahwa gunung adalah tempat tinggal para dewa. Membangun candi di ketinggian dipercaya dapat meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada para dewa.
3. Candi-Candi Tersebar, Harus Trekking Untuk Mencapainya
Berbeda dengan kompleks candi lainnya yang terpusat di satu lokasi, candi-candi di Gedong Songo tersebar di berbagai titik di lereng gunung. Kelima candi tidak berada di tempat yang sama, melainkan terpisah dengan jarak yang cukup jauh.
Untuk mencapai semua candi, pengunjung harus melakukan trekking atau pendakian melewati jalur setapak yang cukup menantang. Jarak antara satu candi dengan candi lainnya bisa mencapai ratusan meter hingga satu kilometer. Total jarak trekking untuk mengunjungi semua candi adalah sekitar 3-4 kilometer.
Namun, perjalanan yang menantang ini terbayar lunas dengan pemandangan alam yang luar biasa indah di sepanjang rute. Pengunjung bisa melihat panorama perbukitan hijau, lembah yang luas, dan bahkan pemandangan Gunung Merbabu yang megah di kejauhan.
Bagi yang tidak kuat berjalan kaki, tersedia jasa kuda tunggang yang bisa disewa untuk mengelilingi kompleks candi dengan lebih mudah dan menyenangkan.
4. Ada Pemandian Air Panas Alami dari Sumber Belerang! (BIKIN MELONGO!)
Nah, ini dia fakta yang paling bikin melongo! Selain candi-candi bersejarah, kompleks Gedong Songo juga dilengkapi dengan pemandian air panas alami yang kaya akan kandungan belerang!
Sumber air panas ini berasal langsung dari aktivitas vulkanik Gunung Ungaran dan mengandung mineral belerang yang tinggi, dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit dan memberikan efek relaksasi bagi tubuh.
Pengunjung bisa berendam di kolam-kolam pemandian air panas yang tersedia di kawasan candi sambil menikmati pemandangan alam pegunungan yang indah. Berendam air panas setelah lelah trekking adalah kombinasi sempurna untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.
Tidak banyak situs candi yang memiliki fasilitas pemandian air panas alami seperti ini, menjadikan Candi Gedong Songo sangat istimewa dan berbeda dari candi-candi lainnya di Indonesia.
5. Tempat Pemujaan Dewa Siwa dengan Arca-Arca Langka
Candi Gedong Songo dibangun sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, salah satu dewa utama dalam agama Hindu. Hal ini terbukti dari ditemukannya berbagai arca Siwa seperti Siwa Mahakala, Siwa Mahaguru, dan Ganesha di beberapa candi dalam kompleks ini.
Selain itu, ditemukan juga lingga dan yoni — simbol kesuburan dan kesatuan dalam ajaran Hindu Siwa — yang menjadi bukti kuat bahwa candi ini digunakan untuk ritual keagamaan.
Gaya arsitektur Candi Gedong Songo sangat mirip dengan Candi Dieng di Wonosobo, menunjukkan adanya hubungan budaya dan religius yang kuat antara kedua situs pada masa Kerajaan Mataram Kuno.
6. Pemandangan Sunrise dan Sunset yang Spektakuler
Karena lokasinya yang berada di ketinggian dengan pemandangan terbuka ke segala arah, Candi Gedong Songo menjadi salah satu spot terbaik untuk melihat sunrise dan sunset.
Pemandangan matahari terbit di pagi hari dengan kabut tipis yang menyelimuti lembah sangat dramatis dan sangat layak untuk diabadikan. Begitu juga dengan sunset di sore hari, di mana cahaya keemasan matahari menyinari candi-candi kuno dengan latar belakang pegunungan yang menakjubkan.
Banyak fotografer dan content creator yang sengaja datang pagi-pagi sekali atau menunggu hingga sore untuk mendapatkan foto dengan pencahayaan terbaik.
7. Telah Dipugar Dua Kali untuk Menjaga Kelestariannya
Candi Gedong Songo telah mengalami pemugaran sebanyak dua kali untuk menjaga kelestariannya. Pemugaran pertama dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda antara tahun 1928 hingga 1929 (atau 1930-1931 menurut sumber lain), yang berfokus pada pencarian batu-batu yang hilang dan pemasangan kembali bagian candi yang sempat dibongkar.
Pemugaran kedua dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia antara tahun 1972 hingga 2000 (atau 1978-1983 menurut sumber lain) melalui Proyek Pembinaan, Pemugaran, dan Pemeliharaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Tengah.
Upaya pemugaran ini sangat penting untuk memastikan bahwa generasi mendatang masih bisa menikmati dan mempelajari warisan budaya yang luar biasa ini.
Tips Berkunjung ke Candi Gedong Songo
Agar pengalaman berkunjung makin maksimal, perhatikan tips berikut:
- Datang pagi hari untuk menghindari kabut tebal dan mendapatkan foto sunrise terbaik
- Gunakan sepatu trekking yang nyaman karena jalur cukup menantang
- Bawa jaket tebal karena suhu sangat dingin terutama pagi hari
- Siapkan stamina untuk trekking atau sewa kuda jika tidak kuat berjalan kaki
- Jangan lupa berendam di pemandian air panas untuk relaksasi setelah lelah
- Bawa kamera dengan baterai penuh untuk mengabadikan pemandangan spektakuler
Candi Gedong Songo membuktikan bahwa situs bersejarah bisa menjadi destinasi wisata yang sangat menarik dengan kombinasi nilai budaya, keindahan alam, dan pengalaman unik seperti pemandian air panas alami. Fakta-fakta unik di atas, terutama nomor 4 tentang air panas belerang, pasti bikin kamu makin penasaran untuk segera berkunjung ke kompleks candi tertua di Jawa ini!
Sumber Referensi:
- https://www.liputan6.com/regional/read/5878074/fakta-unik-candi-gedongsongo-situs-sejarah-semarang-dengan-keindahan-alam-memukau
- https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Gedong_Songo
- https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/28/110000279/candi-gedong-songo–sejarah-fungsi-dan-kompleks-bangunan









