KenaliIndonesia.com, BANYUWANGI Media sosial Indonesia beberapa waktu belakangan dihebohkan dengan foto-foto hutan yang terlihat seperti adegan langsung dari film Jurassic Park. Pohon-pohon raksasa dengan akar menjuntai, kabut tipis yang menyelimuti, dan atmosfer mistis yang kental membuat banyak orang penasaran. Ternyata, lokasi viral itu adalah De Djawatan, sebuah hutan tropis tersembunyi di Banyuwangi yang kini jadi buruan para content creator dan fotografer.
Tapi kok bisa tempat ini begitu mirip dengan set film Hollywood? Ada cerita menarik di balik viralnya De Djawatan yang wajib kamu tahu sebelum berkunjung ke sana!
Hutan Purba Berusia Ratusan Tahun
De Djawatan bukanlah hutan biasa yang bisa ditemui di sembarang tempat. Hutan ini merupakan kawasan lindung yang sudah berusia ratusan tahun dengan ekosistem yang masih sangat terjaga. Pohon-pohon Trembesi raksasa yang menjadi ikon utama De Djawatan memiliki tinggi mencapai 40 meter dengan diameter batang hingga 3 meter. Usia beberapa pohon Trembesi di sini diperkirakan sudah mencapai 200-300 tahun, menjadikannya saksi bisu sejarah panjang Banyuwangi.
Yang membuat De Djawatan tampak seperti film Jurassic Park adalah bentuk pohon-pohonnya yang unik dengan akar-akar besar menjuntai dan saling bertautan. Kanopi pohon yang lebat membuat sinar matahari sulit masuk, menciptakan suasana remang-remang yang dramatis. Ditambah kabut tipis yang sering muncul di pagi hari, De Djawatan benar-benar terlihat seperti habitat dinosaurus di zaman purba.
Spot Foto Instagramable yang Bikin Feeds Kece
Sejak viral di media sosial, De Djawatan menjadi surganya para pemburu konten Instagram dan TikTok. Setiap sudut hutan ini menawarkan background foto yang luar biasa keren dengan nuansa dramatis dan sinematik. Beberapa spot favorit pengunjung adalah area pohon kembar dengan akar menjuntai yang membentuk lorong alami, jembatan kayu kecil di tengah hutan, dan area dengan cahaya matahari yang menembus celah kanopi.
Para influencer dan fotografer profesional bahkan rela datang dari luar kota hanya untuk hunting foto di De Djawatan. Hasil fotonya yang terlihat seperti edit CGI padahal natural membuat banyak orang tidak percaya kalau tempat seindah ini ada di Indonesia. Tidak heran jika hashtag #DeDjawatan dan #JurassicParkBanyuwangi ramai dibanjiri ribuan postingan setiap harinya.
Aura Mistis yang Menambah Kesan Misterius
Selain keindahan visualnya, De Djawatan juga terkenal dengan aura mistisnya yang kental. Masyarakat lokal percaya bahwa hutan ini dihuni oleh makhluk halus dan memiliki energi spiritual yang kuat. Suasana hening dengan hanya suara kicauan burung dan gemerisik dedaunan menambah kesan misterius yang mengingatkan pada film-film petualangan.
Beberapa pengunjung mengaku merasakan sensasi aneh saat berada di tengah hutan, seperti perasaan diawasi atau mendengar suara-suara tidak jelas. Namun jangan khawatir, De Djawatan tetap aman untuk dikunjungi asalkan tetap menjaga etika dan tidak mengganggu kesakralan tempat tersebut. Justru aura mistis ini yang menambah daya tarik dan membuat pengalaman berkunjung ke De Djawatan terasa lebih berkesan.
Lokasi dan Akses yang Mudah Dijangkau
Meski terlihat seperti hutan terpencil, De Djawatan sebenarnya cukup mudah diakses. Hutan ini terletak di Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, hanya sekitar 30 kilometer dari pusat kota atau sekitar 45 menit perjalanan dengan kendaraan. Jalan menuju lokasi sudah cukup baik dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan.
Tiket masuk ke De Djawatan juga sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 5.000-Rp 10.000 per orang. Dengan biaya yang sangat murah, pengunjung bisa menikmati pengalaman seperti berada di set film Hollywood. Fasilitas di kawasan ini juga sudah cukup memadai dengan area parkir, toilet, dan warung kecil yang menjual makanan dan minuman.
Tips Berkunjung ke De Djawatan
Waktu terbaik untuk berkunjung ke De Djawatan adalah pagi hari sekitar pukul 06.00-09.00 WIB. Pada jam tersebut, kabut tipis masih menyelimuti hutan dan cahaya matahari pagi yang tembus di sela-sela pohon menciptakan efek dramatis yang sempurna untuk foto. Hindari berkunjung saat musim hujan karena jalanan bisa licin dan akses ke beberapa spot foto menjadi terbatas.
Jangan lupa membawa kamera atau smartphone dengan kualitas baik untuk mengabadikan momen di De Djawatan. Gunakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang tidak licin karena beberapa area hutan memiliki tanah yang tidak rata. Yang paling penting, selalu jaga kebersihan dan jangan merusak ekosistem hutan agar keindahan De Djawatan tetap lestari untuk generasi mendatang.
De Djawatan membuktikan bahwa Indonesia punya destinasi wisata yang tidak kalah keren dari lokasi syuting film Hollywood. Kombinasi antara keindahan alam, aura mistis, dan kemudahan akses menjadikan hutan ini destinasi wajib bagi siapa saja yang berkunjung ke Banyuwangi. Jadi, siap merasakan sensasi masuk ke dunia Jurassic Park versi Indonesia?
Sumber Referensi:
- **https://niagatour.com/wisata-di-banyuwangi/**
- **https://jadiberangkat.id/wisata-populer-di-banyuwangi-yang-lagi-hits-viral-wajib-dikunjungi/**
- **https://www.yukbanyuwangi.co.id/10-wisata-instagramable-di-banyuwangi-untuk-liburan-keluarga.html**









