Jangan Pulang dari Malang Kalau Belum Coba 7 Kuliner Legendaris Ini

KenaliIndonesia.com, MALANG Malang bukan cuma terkenal dengan wisata alamnya yang memukau, tapi juga surganya kuliner legendaris yang sudah eksis puluhan bahkan ratusan tahun. Kuliner-kuliner ini tidak hanya menawarkan cita rasa yang lezat, tapi juga menyimpan cerita dan sejarah panjang yang menjadi bagian dari identitas Kota Malang. Belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Malang tanpa mencicipi kuliner-kuliner ikonik yang sudah melegenda ini.​

Penasaran kuliner apa saja yang wajib masuk bucket list saat ke Malang? Simak ulasan lengkapnya!

1. Sate Gebug: Kuliner Tertua yang Berusia Lebih dari 100 Tahun

Sate Gebug adalah salah satu kuliner legendaris tertua di Malang yang sudah berdiri sejak tahun 1920. Dengan usia lebih dari 100 tahun, warung sate ini berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan zaman. Yang membuat Sate Gebug istimewa adalah teknik pembuatannya yang unik: daging sapi digebug terlebih dahulu hingga pipih sebelum ditusuk dan dipanggang.​​

Proses penggebugan ini membuat tekstur daging menjadi lebih empuk dan bumbu lebih meresap sempurna. Sate disajikan dengan sambal kecap yang pedas menggigit, menciptakan kombinasi rasa yang sangat nikmat. Harga per tusuk sate dipatok Rp25.000 dengan lemak dan Rp30.000 tanpa lemak. Selain sate, menu lain seperti sop, rawon, dan soto juga tersedia dengan harga Rp25.000 per porsi. Lokasi di Jalan Jenderal Basuki Rahmat No. 113A, Klojen, membuat warung ini mudah dijangkau.​

2. Bakso President: Makan Bakso Sambil Lihat Kereta Lewat

Bakso President adalah tempat kuliner legendaris yang sudah menyajikan bakso sejak tahun 1977. Keunikan utama tempat ini adalah lokasinya yang berada persis di pinggir rel kereta api. Pengunjung bisa menikmati sensasi unik menyantap bakso sambil melihat kereta api yang melintas di samping warung.​

Bakso President menawarkan berbagai paket menu mulai dari Rp18.000 hingga Rp34.000. Kuah baksonya yang gurih dengan bakso yang kenyal dan lembut menjadi daya tarik utama. Jam operasional Selasa-Sabtu pukul 08.00-21.30 dan Minggu-Senin pukul 08.45-21.30, berlokasi di Jalan Batanghari No. 5, Klojen. Pengalaman makan bakso dengan pemandangan kereta api adalah sesuatu yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.​

3. Soto Ayam Lombok: Warisan Sejak 1955

Soto Ayam Lombok adalah warung soto legendaris yang pertama kali buka tahun 1955 di Jalan Lombok, Malang. Nama warung ini diambil dari lokasi awalnya yang berada di Jalan Lombok. Hingga kini, Soto Ayam Lombok sudah memiliki 10 cabang yang tersebar di wilayah Malang hingga Surabaya.​​

Yang membuat soto ini istimewa adalah kuah bening kekuningan yang kaya rasa rempah dengan menggunakan daging ayam kampung asli. Dalam satu porsi soto ayam, terdapat irisan ayam, daun seledri, kentang, tauge, sayur kol, dan yang paling khas adalah taburan koya yang gurih. Koya adalah campuran kerupuk udang halus yang menambah tekstur dan kegurihan pada soto. Harga per porsi sekitar Rp25.000, cukup terjangkau untuk cita rasa yang autentik. Pengunjung juga masih bisa melihat pikulan tradisional yang dulu digunakan untuk berjualan soto.​

4. Depot Hok Lay: Merasakan Nostalgia Sejak 1946

Depot Hok Lay adalah tempat makan legendaris yang sudah ada sejak tahun 1946. Yang membuat depot ini istimewa adalah interior asli bangunan yang masih dipertahankan, menciptakan suasana klasik dan nostalgia. Memasuki Depot Hok Lay terasa seperti kembali ke masa lalu dengan arsitektur kuno yang autentik.​

Menu andalan yang wajib dicoba adalah es fasco, minuman es susu murni campur coklat yang legendaris. Selain itu, cwie mie juga menjadi favorit pengunjung, yaitu olahan mie tipis dengan dada ayam cincang dan taburan bawang goreng. Menu lain yang tidak kalah terkenal adalah lunpia Semarang dan pansit yang lezat. Suasana klasik dengan cita rasa yang terjaga membuat Depot Hok Lay tetap ramai dikunjungi hingga sekarang.​

5. Pos Ketan Legenda 1967: Camilan Tradisional dengan Variasi Modern

Pos Ketan Legenda sudah ada sejak tahun 1967 dan menjadi destinasi favorit pecinta ketan. Tempat kuliner yang dekat dengan Alun-Alun Kota Batu ini menawarkan ketan putih dengan berbagai topping menarik. Variasi topping yang tersedia sangat beragam, mulai dari yang tradisional hingga modern.​

Pilihan topping termasuk parutan keju, SKM, meses coklat, bubuk kelapa, gula merah, hingga topping premium seperti durian, pisang, nangka, bahkan oreo dan ayam pedas. Harga per porsi sangat terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp20.000. Jam operasional setiap hari pukul 10.00-15.00 dan 16.00-00.00 WIB, berlokasi di Jalan Kartini No. 6, Batu. Kombinasi antara camilan tradisional dengan topping kekinian membuat Pos Ketan Legenda tetap relevan untuk semua generasi.​

6. Ronde Titoni: Minuman Hangat Sejak Zaman Belanda

Ronde Titoni adalah minuman legendaris yang sudah eksis sejak zaman kolonial Belanda. Ronde adalah minuman tradisional berisi bola-bola ketan berisi kacang tanah yang disajikan dalam kuah jahe hangat. Yang membuat Ronde Titoni istimewa adalah resep turun-temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang.​

Kuah jahe yang hangat dengan aroma rempah yang kuat sangat cocok dinikmati saat udara Malang yang dingin. Dalam satu mangkuk ronde, terdapat bola-bola ketan, kolang-kaling, dan kacang tanah yang memberikan tekstur beragam. Minuman ini tidak hanya menghangatkan tubuh tapi juga memberikan sensasi nostalgia yang kental. Harga per porsi sangat ramah di kantong, cocok untuk semua kalangan.​

7. Toko Oen: Resto Klasik dengan Es Krim Legendaris

Toko Oen adalah resto legendaris yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda. Bangunan klasik dengan interior vintage yang masih asli membuat Toko Oen menjadi ikon kuliner sekaligus wisata heritage di Malang. Yang paling terkenal dari Toko Oen adalah es krim buatan sendiri dengan berbagai varian rasa.​

Selain es krim, menu lain seperti steak, nasi goreng, dan berbagai hidangan western juga tersedia. Suasana klasik dengan pelayan yang ramah menciptakan pengalaman makan yang berkesan. Harga menu di Toko Oen memang sedikit lebih mahal dibanding warung biasa, tapi sepadan dengan kualitas makanan dan suasana yang ditawarkan. Mengunjungi Toko Oen bukan hanya soal makan, tapi juga merasakan atmosfer Malang tempo dulu yang autentik.​

Ketujuh kuliner legendaris di Malang ini membuktikan bahwa cita rasa yang konsisten dan kualitas yang terjaga mampu bertahan lintas generasi. Dari yang berusia lebih dari 100 tahun seperti Sate Gebug hingga Pos Ketan Legenda yang tetap eksis dengan inovasi topping modern, semuanya menawarkan pengalaman kuliner yang tidak terlupakan. Jadi, jangan sampai pulang dari Malang sebelum mencicipi kuliner-kuliner legendaris yang sudah menjadi bagian dari sejarah kota ini. Kapan rencana kamu berburu kuliner legendaris Malang?​

Sumber Referensi:

  1. https://nagantour.com/kuliner-jadul-malang/

  2. https://bobobox.com/blog/kuliner-legendaris-malang/

  3. https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/gayahidup/makanan-khas-malang

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *