Jangan Pulang dari Semarang Kalau Belum Coba 7 Kuliner Legendaris Ini

KenaliIndonesia.com, SEMARANG Semarang bukan hanya kota dengan gedung-gedung bersejarah dan panorama yang memesona, tapi juga surga bagi pencinta kuliner tradisional. Dari pagi hingga tengah malam, aroma sedap masakan Jawa, Tionghoa, dan peranakan berpadu menggoda setiap sudut kota. Tak heran jika Semarang disebut sebagai kota dengan cita rasa yang tak lekang oleh waktu.

Kalau kamu berencana kulineran ke Semarang, berikut 7 kuliner legendaris yang wajib banget dicoba — dijamin bikin perut kenyang dan hati senang!

1. Lumpia Gang Lombok – Ikon Rasa Kota Semarang

Tak lengkap rasanya datang ke Semarang tanpa mencicipi Lumpia Gang Lombok. Terletak di Gang Lombok No. 11, Kranggan, lumpia isi rebung, ayam, dan udang ini disajikan dengan acar dan saus petis khas Semarang.

Sudah eksis puluhan tahun dan masih jadi buruan wisatawan lokal maupun mancanegara. Jangan heran kalau kamu harus antre — ini memang salah satu tempat paling ramai di Semarang. Harganya sangat terjangkau, mulai Rp15.000 per buah.

Jam buka: 08.00–17.00 WIB setiap hari. Kulitnya yang renyah dengan isian yang lembut dan bumbu yang meresap sempurna — ini definisi lumpia sempurna.

2. Tahu Gimbal Pak Man – Street Food Favorit Sejak 1972

Tahu Gimbal Lumayan Pak Man di Jalan Plampitan No. 54 adalah salah satu yang paling legendaris. Cita rasa gurih tahu goreng, gimbal udang renyah, lontong, dan tauge, semuanya berpadu dalam siraman saus kacang yang kental dan sedikit pedas.

Lontongnya lembut, gimbal udangnya lumayan besar dengan porsi yang mengenyangkan. Kamu bisa menikmatinya dengan nasi atau lontong, plus tersedia juga tahu telur sebagai variasi.

Harga: mulai Rp18.000–Rp25.000 per porsi. Buka setiap hari pukul 11.00–15.00 WIB. Cocok buat kamu yang cari street food otentik Semarang dengan vibes nongkrong santai.

3. Mie Kopyok Pak Dhuwur – Ikon Kuliner Sejati Semarang

Mie Kopyok Pak Dhuwur adalah ikon kuliner sejati Semarang. Hidangan sederhana berisi mie, lontong, tauge, tahu, dan kerupuk gendar ini disiram kuah bawang putih yang gurih dan segar.

Rasanya ringan tapi nikmatnya membekas, apalagi dinikmati di siang hari yang panas. Kerupuk gendar yang renyah nan gurih menambah tekstur yang menyenangkan. Mie kopyok menggunakan tetelan daging yang empuk, menjadikan setiap suapan penuh dengan rasa.

Tempat ini sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu dan tetap ramai dikunjungi hingga sekarang. Harganya sangat merakyat, cocok untuk kantong mahasiswa dan backpacker.

4. Soto Bangkong – Legendaris Sejak 1950

Soto Bangkong Semarang telah menawarkan hidangannya sejak tahun 1950 silam — legend banget!. Menu utamanya adalah soto ayam dan ayam goreng yang disajikan dengan kuah kaldu yang kaya rempah.

Satu porsi soto ayam dibanderol Rp17.000 saja. Guna menambah kepuasan, kamu bisa meminta sate ayam, sate tempe, hingga sate bergedel yang masing-masing dipatok Rp6.000.

Sedang tak ingin makan soto ayam? Tenang! Soto Bangkong juga punya sederet menu lain, seperti nasi gandul, balado udang, nasi goreng, dan ayam geprek. Rumah makan ini beralamat di Ruko Bangkong Plaza, Jalan Majapahit No. 1, Peterongan, Semarang Selatan.

5. Nasi Gandul Pak Memet – Asli Pati, Legendaris di Semarang

Mulai eksis sejak 1990, Nasi Gandul Pak Memet punya menu utama nasi gandul dengan lauk yang bisa dipesan sesuai selera. Nasi gandul sebenarnya dari Pati, tapi di Semarang juga ada yang cukup terkenal yaitu milik Pak Memet.

Nasi hangat diberi lauk daging sapi atau jeroan sapi, lalu diberi campuran kuah santan yang menambah gurih. Harganya sangat merakyat, berkisar dari Rp5.000 sampai paling mahal Rp12.000 saja.

Tertarik mencoba makanan asli Pati yang telah disulap jadi kuliner legendaris Semarang? Langsung saja kunjungi Nasi Gandul Pak Memet di Jalan Dokter Cipto No. 12, Bugangan, Semarang Timur. Tempat ini baru buka mulai pukul 16.30 WIB hingga habis.

6. Es Puter Cong Lik – Kesegaran Sejak Zaman Belanda

Es Puter Cong Lik adalah salah satu es krim legendaris yang sudah ada sejak zaman Belanda. Es krim ini dibuat dengan cara tradisional menggunakan alat putar manual dan bahan-bahan alami tanpa pengawet.

Rasanya yang creamy dengan berbagai pilihan flavor seperti durian, coklat, strawberry, dan vanilla membuat Es Puter Cong Lik tetap jadi favorit hingga kini. Harganya sangat terjangkau, cocok untuk penutup setelah makan berat.

Lokasi: bisa ditemukan di beberapa titik di Semarang, salah satunya di kawasan Simpang Lima.

7. Bakmi Jawa Pak Ateng – Lebih dari 60 Tahun Melayani

Bagi para pencinta mie, tak lengkap rasanya jika ke Semarang tapi tidak berkunjung ke Bakmi Jawa Pak Ateng. Warung legendaris ini telah ada selama lebih dari 60 tahun dan menjadi favorit banyak orang.

Bakmi Jawa Pak Ateng menggunakan mie kuning yang dimasak dengan berbagai bumbu rempah, menghasilkan rasa gurih yang meresap hingga ke dalam mie. Hidangan ini dilengkapi dengan berbagai topping, seperti ayam suwir, telur pindang, kol, dan tauge.

Tekstur mie yang kenyal dengan bumbu yang pas — ini adalah bakmi Jawa yang autentik dan penuh nostalgia.

Bonus: Kuliner Legendaris Lainnya yang Juga Wajib Dicoba

Selain 7 kuliner di atas, Semarang masih punya banyak kuliner legendaris lainnya yang tak kalah menarik:

Soto Bokoran (sejak 1945) — Soto berkuah bening kaya kaldu dan bumbu rempah dengan pelengkap perkedel yang gurih. Harga mulai Rp20.000 per orang.

Gudeg Koyor Mbak Tum — Gudeg Semarang dengan rasa yang lebih gurih, tidak terlalu manis, dan dilengkapi sambal krecek.

Babat Gongso Pak Karmin (sejak 1971) — Babat dan jeroan yang diolah dengan campuran bumbu kecap dan cabai rawit. Terletak di kawasan Jembatan Mberok, Kota Lama Semarang.

Leker Paimo — Leker basah dengan pilihan sosis atau tuna yang unik dan berbeda dari leker pada umumnya.

Toko Oen (sejak 1936) — Restoran legendaris dengan suasana klasik Belanda yang menyajikan berbagai hidangan Eropa dan Asia.

Kenapa Kuliner Semarang Begitu Legendaris?

Kuliner Semarang punya keunikan tersendiri karena merupakan perpaduan sempurna antara cita rasa Jawa, Tionghoa, dan Belanda. Akulturasi budaya yang terjadi di Semarang sebagai kota pelabuhan sejak ratusan tahun lalu menciptakan keragaman kuliner yang kaya dan unik.

Selain itu, warung-warung legendaris ini tetap mempertahankan resep turun-temurun dan kualitas yang konsisten meskipun sudah berdiri puluhan bahkan ratusan tahun. Inilah yang membuat kuliner Semarang tetap dicintai lintas generasi.

Tips Kulineran di Semarang

  1. Datang pagi atau siang untuk mendapatkan porsi terbaik sebelum habis
  2. Siapkan uang tunai karena banyak warung legendaris yang belum terima pembayaran digital
  3. Jangan makan terlalu kenyang di satu tempat — ada banyak yang harus dicoba!
  4. Ikuti jam operasional karena beberapa warung hanya buka di waktu tertentu
  5. Gunakan kendaraan pribadi atau ojek online karena lokasi warung tersebar

Menjelajahi kuliner legendaris di Semarang adalah pengalaman yang tak terlupakan. Setiap gigitan membawa nostalgia dan cita rasa otentik yang telah bertahan puluhan tahun. Jadi, jangan pulang dari Semarang kalau belum mencoba ketujuh kuliner legendaris di atas — dijamin kamu akan bilang “Ngapunten, aku kudu bali maneh!” (Maaf, aku harus balik lagi!)

Sumber Referensi:

  1. https://www.detik.com/jateng/kuliner/d-8154121/10-kuliner-semarang-legendaris-wajib-dicoba-gurih-manis-menggugah-selera
  2. https://galamedia.pikiran-rakyat.com/pariwisata/pr-359397703/7-kuliner-legendaris-semarang-2025-enak-murah-dan-selalu-ramai
  3. https://labirutour.com/blog/kuliner-legendaris-semarang

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *