Foto Sumber : d-onenews.com
Festival Eksotika Bromo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Juli 2026 di salah satu panggung alam paling dramatis di Indonesia: lautan pasir Gunung Bromo. Mengangkat tema “Satu Dekade Ruwat Rawat Segoro Gunung”, festival tahunan ini memasuki babak baru yang lebih bermakna — merayakan sepuluh tahun perjalanan panjang menjaga warisan budaya sekaligus kelestarian alam gunung berapi yang sacral bagi masyarakat Tengger.
Bertempat di area sekitar Pura Luhur Poten, Kabupaten Probolinggo, festival ini menawarkan lebih dari sekadar tontonan. Pengunjung akan disuguhkan pertunjukan sendratari kolosal yang mementaskan legenda Joko Seger dan Roro Anteng — sepasang tokoh mitologis yang dipercaya sebagai leluhur suku Tengger. Kisah cinta, pengorbanan, dan janji suci mereka kembali dihidupkan di panggung terbuka dengan latar kaldera Bromo yang mengepul, menciptakan pengalaman teatrikal yang tak tertandingi oleh panggung manapun di dunia.
Tidak hanya itu, rangkaian acara turut menyuguhkan pertunjukan musik orkestra megah yang berpadu dengan nuansa campursari — genre musik khas Jawa Timur yang syahdu dan mengakar. Festival ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas budaya, menghadirkan seni tradisi dari berbagai penjuru Nusantara dalam satu panggung yang sama.
Yang membedakan Eksotika Bromo dari festival budaya lainnya adalah komitmennya terhadap lingkungan. Di sela kemeriahan seni dan budaya, pengunjung diajak untuk turut berpartisipasi dalam program penanaman bibit pohon sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap ekosistem kawasan Bromo-Tengger-Semeru. Sebuah langkah kecil yang menjadi simbol besar: bahwa merayakan budaya tak bisa dipisahkan dari merawat alam.
Sebagai bagian resmi dari kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, Festival Eksotika Bromo berskala nasional dan menjadi salah satu event unggulan pariwisata Indonesia. Bagi pecinta budaya, alam, dan seni pertunjukan, dua hari di lautan pasir Bromo pada Juli mendatang menjanjikan pengalaman yang akan terkenang sepanjang hayat.



