KenaliIndonesia.com, MALANG Di tengah gemerlap wisata modern Kota Malang, ada satu kawasan yang berhasil memadukan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara sempurna: Kampoeng Heritage Kayoetangan. Kampung tematik yang berlokasi di Jalan Kayutangan, Klojen ini bukan sekadar destinasi wisata biasa, tapi telah menjadi laboratorium nyata bagaimana pariwisata berbasis komunitas bisa mengangkat kesejahteraan warga.
Dari yang dulunya kawasan kumuh dengan bangunan-bangunan tua terbengkalai, kini Kayoetangan menjelma jadi ikon wisata heritage Kota Malang yang menjadi etalase bagi ratusan UMKM lokal.
Dari Kampung Kumuh Jadi Destinasi Heritage
Transformasi Kampoeng Heritage Kayoetangan dimulai sejak tahun 2018 ketika Pemerintah Kota Malang menetapkan kawasan ini sebagai kawasan potensial dan strategis berdasarkan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2011. Kawasan yang dulunya merupakan bagian dari kawasan kumuh seluas 169,16 hektare ini mengalami revitalisasi total dengan mempertahankan bangunan-bangunan berarsitektur kolonial dan Belanda yang berusia ratusan tahun.
Alih-alih merobohkan bangunan tua, pemerintah justru merestorasi dan mengonservasi rumah-rumah heritage tersebut menjadi destinasi wisata sekaligus pusat ekonomi kreatif. Hasilnya, kawasan kumuh berhasil dikurangi hingga 18,04 persen menjadi hanya 138,64 hektare pada tahun 2022. Kini, kampung ini menjadi salah satu destinasi wisata paling Instagram-able di Malang dengan suasana vintage yang kental.
Ledakan UMKM: Dari 23 Usaha Jadi 258 dalam 7 Tahun
Yang paling mencengangkan dari transformasi Kayoetangan adalah ledakan pertumbuhan UMKM yang sangat masif. Ketika pertama kali dibuka tahun 2018, hanya ada 23 UMKM yang beroperasi. Kini, angka itu melonjak drastis menjadi 258 UMKM yang dikelola langsung oleh warga lokal.
Mila Kurniawati, Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kayoetangan Heritage menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya jumlah pengunjung pasca-pandemi. “Dari yang sebelumnya hanya sekitar 80 UMKM, saat ini sudah ada 250 UMKM yang dikembangkan warga. Demikian juga untuk warung yang bisa dine in, dulu hanya ada di lima rumah. Sekarang sudah ada 25 rumah yang membuka semacam warung, kafé kecil dan bisa makan minum di tempat,” ungkap Mila.
Koordinator UMKM Kayoetangan, Nikmatur Rohmah menambahkan bahwa UMKM di sini sudah “naik kelas” — dalam artian yang mikro menjadi kecil, yang usaha kecil meningkat jadi menengah.
Jenis Usaha yang Berkembang di Kayoetangan
UMKM yang berkembang di Kampoeng Heritage Kayoetangan sangat beragam, namun mayoritas fokus pada kuliner jadul (jadoel/kuno), oleh-oleh khas Malang, dan aksesori kreatif. Beberapa kategori usaha yang paling dominan:
1. Kuliner Legendaris: Banyak UMKM menjual makanan dengan resep turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Misalnya, ada pedagang yang menjual makanan dengan resep asli dari tahun 1958 yang masih dimasak langsung oleh generasi terdahulu.
2. Kafe dan Warung Modern: Warga kreatif mengubah rumah heritage mereka menjadi kafe bernuansa vintage dengan konsep dine-in yang cozy dan instagramable.
3. Oleh-Oleh dan Kerajinan: Berbagai produk kerajinan tangan, batik lokal, dan oleh-oleh khas Malang dijual di sepanjang koridor kampung.
4. Penginapan (Homestay): Baru-baru ini mulai bermunculan homestay rintisan yang dikelola warga untuk wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap di rumah heritage.
Kisah Sukses Pelaku UMKM: Bapak Dion dengan 5 Stan
Salah satu contoh sukses adalah Bapak Dion, pelaku UMKM yang mengelola lima stan berbeda di Kayoetangan dengan menyajikan menu bakso, jus, es teler, siomay, dan tahu campur. Yang menarik, bisnisnya dibangun 100% dari usaha mandiri tanpa bantuan pemerintah.
“Ini murni usaha kami sendiri, bukan dari pemerintah. Lokasinya sangat strategis, di Jalur Keris 1. Kami sudah berjualan di sini bahkan sebelum kawasan ini ditetapkan sebagai heritage,” ungkap Bapak Dion. Sebagai warga asli, ia sudah melihat potensi kawasan ini sejak lama dan kini menikmati omzet yang terus meningkat seiring makin ramainya pengunjung.
Strategi Kolaboratif: Menghindari Persaingan Tidak Sehat
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) bersama Disporapar tengah merancang skema kolaboratif untuk memperkuat peran UMKM di dalam kampung dan di koridor sekitar. Tujuannya adalah menghindari persaingan tidak sehat dan memaksimalkan kolaborasi yang saling menguntungkan.
“Dengan adanya Kayutangan Heritage, tentu ini peluang. Jadi nantinya Diskopindag dan Disporapar akan mewadahi mereka, para UMKM yang ada di Kayutangan untuk berkolaborasi. Jadi ada keterikatan antara UMKM yang di dalam kampung dan di koridornya,” ujar Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan fasilitas seperti mesin EDC untuk memudahkan transaksi digital, pelatihan manajemen keuangan, hingga bantuan pemasaran online.
Dampak Sosial Ekonomi yang Signifikan
Kehadiran Kampoeng Heritage Kayoetangan memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat nyata bagi Kota Malang:
- Penurunan angka kemiskinan dari 4,37% menjadi 4,26% di tahun 2023
- Penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 7,66% menjadi 6,80%
- Peningkatan nilai investasi dari Rp667 miliar (2022) menjadi Rp1,9 triliun (2023)
- Peningkatan jumlah investor sebesar 205,94%, dari 101 investor menjadi 309 investor dalam setahun
Semua ini menunjukkan bahwa model pariwisata berbasis komunitas seperti Kayoetangan bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tapi juga memberikan dampak sosial yang berkelanjutan.
Belajar dari Warga: Kreativitas Digital di Masa Pandemi
Selama pandemi COVID-19, warga Kayoetangan tidak tinggal diam. Mereka belajar memasarkan produk secara online melalui media sosial dan marketplace. Hasilnya cukup lumayan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sekaligus mengenalkan produk ke luar Kota Malang.
“Sekarang ditambah koridor Kayutangan bergeliat menjadi umpan untuk bangkit kembali. Sebagian sudah berjalan ke depan dengan memasarkan produknya secara online,” ujar Mila.
Kampoeng Heritage Kayoetangan membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan dengan sangat sukses. Dari kampung kumuh yang nyaris terlupakan, kini menjadi destinasi wisata heritage yang menjadi inspirasi bagi banyak daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan konsep pariwisata berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Sumber Referensi:
- https://malangkota.go.id/2024/02/02/pj-wali-kota-malang-dengarkan-curhatan-warga-kampoeng-kajoetangan-heritage/
- https://tugusatu.com/2024/07/28/umkm-di-kayutangan-heritage-nikmati-era-kebangkitan-pariwisata.html
- https://memox.co.id/umkm-di-kawasan-heritage-kayutangan-malang-kisah-sukses-dan-tantangan/















